WAHANA INFOTA – Sejumlah wilayah diGowa kini terendam banjir akibat curah hujan yang cukup tinggi dan tanpa henti, serta dampak dari proses pembuangan air dari waduk Bili-bili yang menyebabkan volume air sungai meningkat, Selasa (22/01).
Tak hanya banjir, sejumlah tanah longsor bahkan juga terjadi di beberapa kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Gowa, khususnya yang berada di dataran tinggi.
Menyikapi hal tersebut, Kapolres Gowa Akbp Shinto Silitonga, SIK., MSi pun sigap memerintah personil beserta jajarannya untuk turun langsung ke sejumlah titik lokasi yang terkena bencana, guna untuk mengevakuasi warga yang menjadi korban.
Dalam keterangannya, Kasubbag Humas Polres Gowa Akp M Tambunan membenarkan perihal tersebut. “Ya, para personil Polres Gowa sudah dikerahkan ke beberapa titik banjir. Begitu pun dengan personil Polsek jajaran, semuanya juga sudah dikerahkan untuk mengevakuasi warga yang terkena banjir maupun longsor,” jelasnya.
Sementara itu, Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan YL menetapkan status Bendungan Bili-Bili saat ini pada posisi waspada. Dikutip dari smartcitymakassar “Tadi saya sudah berkordinasi dan meneteapkan status Bili-Bili sudah waspada. Karena ketinggian air sudah mencapai 101.36,” kata Bupati Adnan saat ditemui di Rumah Jabatannya, Selasa (22/1/2019).
Lebih lanjut, adnan meminta agar para camat siaga, khususnya di 9 kecamatan yang akan terkena dampak dari dibukanya pintu air bili-bili. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi naiknya air di Bili-bili.
“Sembilan kecamatan yang ada di dataran rendah pasti akan mengalami dampak dari pembukaan pintu air Bili-Bili, khususnya yang ada di Bendungan Kampili, Bissua itu pasti akan terkena dampak langsung dari, Bajeng, Barombong dan Sungai Sailong yang ada Pattallassang,” pungkas Adnan. (SN)









Leave a Reply