WAHANA INFOTA, MAKASSAR — Bekerjasama dengan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar, Yayasan LemINA menggelar diskusi Publik membahas “Isu Seputar Manajemen Kebersihan Menstruasi di Sekolah Dasar”.
Kegiatan diskusi yang mendapat dukungan dari Kedutaan Besar New Zealand ini digelar di Hotel Pesona Makassar. Sabtu (25/9/2021).
Dalam kesempatan ini, Sekretaris Disdik Makassar, Andi Amalia Malik menyampaikan bahwa Pemerintah dalam hal ini Disdik Kota Makassar akan mendukung program MKM ini.
Pasalnya, dalam mengelola menstruasi dengan cara bermartabat merupakan hak semua perempuan, baik yang dewasa maupun anak – anak .
“Tentu kami mendukung, karena ada dampak jika hal ini tidak dikelola dengan baik. Salah satunya dampak pendidikan kepada mereka”, ungkap Andi Amalia.
Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh UNICEF, lanjut Andi Amalia, 1 dari 6 anak perempuan yang mengalami menstruasi terpaksa tidak masuk sekolah. Dengan ketidakhadiran siswi itu tentu akan membuatnya ketinggalan mata pelajaran.
“Untuk itu, peran guru dan orang tua sangat dibutuhkan disini. Memberikan pemahaman dan penjelasan kepada mereka (siswi) untuk bisa mengurangi kecemasan dan menyiapkan mereka hadapi menstruasi dengan baik”, terang Andi Amalia.
“Dan program seperti ini tidak berhenti disini saja, kami di Disdik berharap agar ini bisa dikembangkan ke seluruh Sekolah terkhusus SD ya, baik itu negeri atau swasta untuk disosialisasikan”, harapnya.
Untuk diketahui, yayasan LemINA merupakan organisasi sosial pendidikan di Sulawesi Selatan (Sulsel). Untuk Makassar sendiri, yayasan ini telah melakukan pendampingan di 20 SD yang telah terpilih dalam program MKM. (Asl)











Leave a Reply