Categories: Pemkot Makassar

Fasum Fasos Dikuasai Segelintir Pihak, Ketua Pansus : Pj Walikota Makassar Harus Serius Terkait Kasus Ini

WAHANA INFOTA – Pj Wali Kota Makassar, Iqbal Suhaeb menyebut penguasaan aset fasum fasos oleh pihak swasta ada unsur kesengajaan dan data dihilangkan, senin (10/6/19). Pj Iqbal Suhaeb mengatakan berdasarkan hasil koordinasi terakhir, beberapa aset sudah dikembalikan oleh pihak pengembang dan kini sudah dalam tahap administrasi.

“Aset itu kini sudah ditangani oleh pihak inspektorat, ” kata Pj Iqbal Suhaeb. Hanya saja kata Iqbal Suhaeb, sampai saat ini masih menunggu kepastian dari tim inspektorat. “Kita tunggu kepastian dari inspektorat, ” ungkapnya.

Terkait luasan fasum fasos yang kini diusut, Pj Iqbal Suhaeb kurang mengetahui berapa total luasnya. Namun berdasarkan keterangan Pj Iqbal Suhaeb, ia sempat melihat datanya sebelum masa libur bersama masuk. “Saya lupa betul, tapi saya pernah lihat, coba tanyakan ke Inspektorat, ” kata Iqbal Suhaeb.

Pj Iqbal Suhaeb menilai, bahwa penguasaan aset fasum fasos Pemkot Makassar oleh pihak swasta, disebut ada unsur kesengajaan dan datanya sengaja dihilangkan. Oleh karena itu kata Iqbal Suhaeb penelusuran terhadap sejumlah fasum fasos harus diusut tuntas,apalagi pihaknya sudah bekerjasama dengan pihak Komisi Pemberantasan Korupsi, katanya.

Sementara itu Anggota DPRD Makassar, Wahab Tahir, yang juga merupakan Ketua Pansus Fasum Fasos DPRD Makassar, mengatakwn, bahwa sejumlag aset yang dikuasai oleh pihak swasta merupakan ulah dari oknum pejabat. “Datanya sengaja dihilang – hilangkan, “kata Wahab Tahir.

Oleh karena itu Dewan Makassar meminta kepada kepada Pemkot Makassar dan KPK untuk mengungkap siapa aktor dibalik penguasaan fasum fasos di Kota Makassar dengan harapan selain menyelamatkan aset itu sendiri, para dalang dari semua itu bisa diungkap.

“Kita minta Pemkot Makassar serius dalam kasus ini, apalagi KPK sudah masuk kedalam, artinya fasum fasos itu milik publik dan harus dikembalikan ke rakyat, fungsi pemerintah dan penegak hukum harus serius dalam menyelesaikannya, kami dari DPRD siap mengawal itu, ” tutup Wahab Tahir.

Diketahui sebelumnya, beberapa waktu yang lalu, sebelum masa akhir jabatan Ir. Moh. Ramdhan Pomanto selesai, Danny Pomanto bersama Korsupgah KPK RI yang dipimpin langsung oleh Alamsyah Malik Nasution dan Tim penyelamat aset Kota Makassar melakukan peninjaun titik fasum fasos yang diduga bermasaalah. (**)

Wahana Infota

Recent Posts

  • MAKASSAR TA'
  • Nasional

PerBPOM No5/2026 Perkuat Pemerataan Akses Obat Aman dan Bermutu di Indonesia

JAKARTA – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terus memperkuat pembangunan ekosistem self-care atau swamedikasi yang aman, cerdas, dan bertanggung…

4 jam ago
  • MAKASSAR TA'

Diperkuat Ferdinand “The Dragon” Sinaga, Dokter Koboi FC Kuda Hitam Walikota Makassar Cup 2026

MAKASSAR – Turnamen sepak bola bergengsi Wali Kota Makassar Cup 2026 dipastikan akan menghadirkan persaingan yang semakin menarik. Salah satu…

3 hari ago
  • Nasional

Langkah Strategis BPOM RI di Malaysia: Memperkuat Arah Pengembangan Teknologi Sel dan Gen Global

MALAYSIA - Taruna Ikrar selaku Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) melakukan kunjungan resmi bersama delegasi…

2 minggu ago
  • Nasional

PHY-3DSCELS: Tim Mahasiswa Unhas Kembangkan Terapi Preeklamsia Berbasis Sawit untuk Ibu Hamil

WAHANA INFOTA, MAKASSAR - Tim mahasiswa Universitas Hasanuddin menghadirkan inovasi terapi preeklamsia berbasis kelapa sawit melalui ajang Lomba Riset Tingkat…

2 minggu ago
  • Nasional

Langkah Strategis BPOM RI di Malaysia: Memperkuat Arah Pengembangan Teknologi Sel dan Gen Global

MALAYSIA - Taruna Ikrar selaku Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) melakukan kunjungan resmi bersama delegasi…

2 minggu ago
  • MAKASSAR TA'

Semarak PPKn Diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Program Studi PPKn FIS-H UNM Periode 2025–2026

MAKASSAR, Kegiatan Semarak PPKn yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi PPKn FIS-H UNM Periode 2025–2026 akan dilaksanakan pada hari…

1 bulan ago