WAHANA INFOTA, MAKASSAR – Muhammad Nur Fadhil Sukiman, Ketua HMI Korkom Perintis Cabang Makassar, sangat prihatin dengan kasus yang terjadi di Bulukumba, Sulawesi Selatan, di mana seorang guru diminta meminta maaf karena melaporkan kondisi sekolah yang ambruk. Guru tersebut telah melakukan tindakan yang seharusnya dihargai, yaitu melaporkan kebenaran tentang kondisi sekolah yang tidak layak.
Beliau menyatakan bahwa laporan guru tersebut seharusnya menjadi perhatian serius bagi pihak sekolah dan pemerintah setempat untuk segera mengambil tindakan perbaikan. Namun, malah guru tersebut yang diminta meminta maaf, seolah-olah dia yang salah karena melaporkan kebenaran. Ini adalah sebuah ironi yang sangat menyedihkan.
Fadhil, seperti yang biasa ia disebut, menekankan bahwa kejujuran dan transparansi adalah nilai-nilai yang sangat penting dalam lingkungan pendidikan. Guru-guru seperti ini harus dihargai dan didukung karena telah menunjukkan keberanian untuk melaporkan keadaan yang sebenarnya. Meminta maaf karena melaporkan kebenaran hanya akan membungkam suara-suara yang ingin membuat perubahan positif.
Beliau juga menyatakan bahwa hal ini dapat membuat guru-guru lain ragu untuk melaporkan masalah yang ada di sekolah, sehingga masalah tersebut tidak dapat diatasi dengan baik. HMI Korkom Perintis Cabang Makassar, di bawah kepemimpinan Fadhil, sangat mendukung guru-guru yang berani melaporkan kebenaran dan akan terus memperjuangkan hak-hak mereka.
Fadhil berharap agar kasus ini dapat menjadi perhatian dan memicu perubahan positif dalam sistem pendidikan di Indonesia, sehingga guru-guru dapat melaporkan kebenaran tanpa takut akan konsekuensi yang tidak adil. Beliau juga berharap agar pihak sekolah dan pemerintah setempat dapat mengambil tindakan yang tepat untuk menyelesaikan kasus ini dan memastikan bahwa guru-guru dapat bekerja dengan aman dan nyaman.(*)













Leave a Reply