oleh

Disinyalir Lakukan Pelanggaran Netralitas ASN, Begini Klarifikasi Pihak ASN Terkait

WAHANA INFOTA — Dilansir dari BERITA55, sebagaimana yang beredar di bernda facebook. Akun pribadi milik Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Makassar, Ismail Hajiali, termuat beberapa foto para Aparatur Sipil Negara (ASN).

Foto itu dibagikan dari postingan akun milik Sittiara Kinang, pada tanggal 18 Januari 2020 lalu, berkisar pukul 11.28 WITA. Ada belasan ASN berseragam Korpri.

Tampaknya, foto tersebut bagian dari video yang beredar luas di media sosial (medsos). Berdurasi 3 menit, belasan ASN itu secara serentak meneriakkan “Jangan Biarkan Dia Kembali Lagi”.

Video itu lantas viral. Diduga sangat politis. Teriakan Jangan Biarkan Dia Kembali Lagi, terkesan mendiskreditkan salah satu bakal calon wali kota Makassar.

Sebutan Jangan Biarkan Dia Kembali Lagi, dianggap sangat identik dengan tagline mantan Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan “Danny” Pomanto. Yakni, Jangan Biarkan Makassar Mundur Lagi.

Penghuni salah satu group WhatsApp, sontak merespons. Ada yang meminta agar video itu ditindaklanjuti Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Dianggap melanggar netralitas ASN.

“Harus ada yang lapor ke Bawaslu. Ini sudah melanggar UU ASN melarang ASN (Birokrasi) untuk dilibatkan dalam politik praktis,” kata salah satu penghuni Group Makassar Info.

Dimintai keterangannya, Kepala Diskominfo Makassar, Ismail Hajiali membenarkan video tersebut.

Saat ditanya apakah lokasi itu di ruang kerjanya?, Ismail Hajiali juga membenarkan.

“Iye dinda, cocokmi dinda,” akunya kepada BERITA55, Rabu (29/01/2020).

Lantas, video itu ditujukan ke DP (Danny Pomanto)? Ismail Hajiali menampik.

“Ditujukan kepada kadis sosial, untuk tidak kembali lagi ke diskominfo,” tampiknya.

Kadis Sosial yang dimaksud, adalah Mukhtar Tahir. Dulunya memang pernah menjabat sebagai Kepala Diskominfo Makassar. (**)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of

News Feed