oleh

Dampak PSBB, Relawan Wartawan-LSM di MakassarTemukan Warga Tak Mendapat Sembako

WAHANA INFOTAMakassar, – Sungguh prihatin bangsa ini. Selain menghindari penyakit dari negeri tirai bambu (Cina), warga juga harus menjalani kehidupan sehari hari dengan kewaspadaan. Pasalnya penyakit yang mematikan ini sudah menelan ribuan warga di luar sana.

“Tak ayal jikalau pepatah dahulu kala “Bagai Buah Simalakama”, Itulah nasib warga makassar pada umumnya yang dirasakan di 15 Kecamatan di Kota Makassar. Selain mengeluhkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mereka pun harus tak bekerja selama dua pekan setelah surat edaran di Mulai 24 April sampai dengan 7 Mei 2020 mendatang.

Seperti beberapa warga yang mengadu ke Posko COVID-19 Relawan Wartawan-LSM lantaran tidak mendapatkan bantuan berupa sembako yang viral saat ini di beberapa media.

Koodinator A.Unru didampingi Agus Salim, di Poskonya di Jl. Toddopuli Raya Blok H3 No. 1 menjelaskan bahwa hingga saat ini posko berdiri sejak dua pekan pihaknya selalu menerima aduan warga masyarakat,

“Selain membagikan sembako kepada warga sekitar, Kebijakan pemerintah juga tetap perlu ada pengawasan agar bantuan tepat sasaran,” Kata A.Unru Rabu (29/4)

A.Unru juga melihat kejadian Virus COVID-19 ini adalah musibah dunia, dan perlu masyarakat ketahui bahwa posko relawan ini di bentuk karena teman teman peduli sesama,

“Apa lah jadinya ketika ada bantuan pemerintah untuk masyarakat kemudian tidak tepat sasaran dan di jadikan tenar oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab pada saat sembako di salurkan,” Tambah dia

Kami berharap pemerintah lebih jeli dalam menyikap persoalan ini, Agar warga warga yang belum tersentuh lebih didengar aspirasnya. Bukan hanya sembako saja yang mereka butuhkan tapi kehidupan mereka menjadi miris saat PSBB berlaku namun kesenjangan masih ada,” Tutup Andi Unru. (Mk/Sn)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of

News Feed