oleh

Bakti Sosial, Tim Gegana Brimob Polda Sulsel Semprot Disinfektar Kompleks Anging Mammiri Residence

WAHANA INFOTA, MAKASSAR — Tim KBR Gegana Brimob Polda Sulsel melakukan aksi sosial di perumahan Anging Mammiri Residence Jl Hertasning Makassar, Minggu (1/8/2021).

Dipimpin Ketua Ketua RW 10 Amiruddin, Tim KBR Gegana melaksanakan penyemprotan disinfektan ke seluruh rumah warga sebagai bentuk partisipasi aktif melakukan tindakan pencegahan memutus mata rantai Covid-19 yang makin mewabah di Makassar.

Tim KBR detasemen Gegana satuan Brimob Polda Sulsel menurunkan alat berat melakukan penyemprotan dengan menggunakan kedaraan khusus dan peralatan khusus Kimia Biologi dan Radio Aktif serta cairan disinfektan yg digunakan adalah BX 29 dan BX 40 standar WHO (cairan khusus decontaminasi virus dan bakteri pada benda dan manusia).

Penyemprotan dilakukan pada area rumah-rumah warga bagian luar, kendaraan yang terparkir, tempat ibadah, fasilitas olah raga, alfamart, pos security serta seluruh area fasum dan fasos yang terdapat di perumahan yang dihuni kurang lebih 600 Kepala keluarga tersebut.

“Ini kali kedua kami melakukan penyemprotan disinfektan. Pertama di tahin 2020 lalu dan disambut antusias warga sebagai bentuk nyata memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Kita semua sedang waspada karena penyebaran virus makin luar brasa teratoma setelah ada kabar varian baru Corona Virus Delta mulai melanda,” kata Amiruddin.

Sementara itu Harapan Wali Kota Kota Makassar, Sulawesi Selatan, salah satu kota zona merah penyebaran covid-19. Makassar masuk dalam daftar kelompok kota yang wajib menerabkan Pembatasan Pergerakan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 yang baru akan berakhir hingga 8 Agustus 2021.

Wali Kota Makassar, Moh. Ramadhan “Danny” Pomanto mengatakan pemberlakuan PPKM level 4 ini langkah pemerintah untuk menekan laju penyebaran Covid-19. Saat ini Kota Makassar masuk dalam zona merah.

“Kalau ini kan 25 PPKM mikro berakhir, kemudian Senin 26 sampai 8 Agustus, begitu hasil rapat kemarin harus kami terapkan,” kata Wali Kota Makassar saat ditemui di kediamannya, Minggu (1/08/2021).

“Aturannya sama dengan PPKM darurat. Sebenarnya tidak banyak berubah, misalnya restoran dapat beroperasi selama 24 jam untuk pesanan take away. Cuman ada pengetatan sedikit saja,” jelasnya.

Meski demikian, Danny mengaku belum mengetahui sepenuhnya apakah dalam penerapan PPKM level 4 ini ada penyekatan di perbatasan Kota Makassar dengan daerah lainnya.

“Kalau penyekatan perbatasan belum ada, karena saya belum lihat berkasnya. Sektor esensial ini kan ada beberapa yang belum masuk di situ,” ujarnya.

Walaupun Makassar akan menerapkan PPKM level 4, kata Danny pihaknya akan terus melakukan vaksinasi sehingga kekebalan kelompok atau herd immunity dapat segera tercapai di Kota Makassar.

“Vaksinasi juga terus kita kejar. Kalau semua disiplin, siapa mau PPKM level 4? Kita harus yakin kasus positif Covid-19 di Makassar akan turun nanti sebelum 8 Agustus,” imbuhnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengumumkan beberapa daerah menerapkan PPKM Level 4 dari 26 Juli hingga 2 Agustus. Kebijakan itu diterapkan guna menekan laju penularan virus corona. (*)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of

News Feed