oleh

Apresiasi Warga Sulsel Untuk Sosok Berpangkat Tinggi Yang Sungguh Rendah Hati

WAHANA INFOTA – Tulisan redakasi ini, dihadirkan sebagai salah satu gambaran bagaimana apresiasi masyarakat Sulawesi Selatan terhadap kepribadian Irjen Pol Umar Septono, yang merupakan Kapolda Sulsel periode November 2017 hingga Januari 2019.

Duniaku bukan jabatan, pangkat, gaji, dan kecurangan. Duniaku bumi, manusia dengan persoalannya. Mengkaji pesan mendalam yang tersirat dari kutipan kalimat milik penulis legendaris indonesia Pramoedya Ananta Toer ini, bahwa substansi dari pengayoman adalah pada pendekatan kepada manusia dan persoalannya. Sedang, pada jabatan, pangkat dan gaji adalah persoalan parsial yang merupakan bagian pendukung terwujudnya tujuan mulia dari sebentuk pengayoman kepada masyarakat.

Kesederhanaan, keramahan, berbaur dengan kedisiplinan membuahkan sebuah imej keteladanan yang kerap mengikuti jejak sebuah nama, Umar Septono, seorang Perwira Tinggi Kepolisian Republik Indonesia, berpangkat Inspektur Jendral kala menahkodai Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dalam kurun 14 bulan, sebelum akhirnya mengemban tugas baru sebagai Wakil Inspektur Pengawasan Umum (Wairwasum) Mabes Polri.

“baruna pi ada sosok Jendral datangi kampungku, pertama kalinya juga ada Kapolda yang bisa saya jabat tangannya, bisa saya temani foto, ramah sekali caranya menasehati” ungkap Agus Bang Tolas, warga Sudiang, kelurahan Pai.

Di mata Agus, yang juga dikenal sebagai kepala pasar Mandai ini, sosok Irjen Pol Umar Septono merupakan seorang polisi teladan yang pernah ia jumpai.

“Kalo pak Umar berbicara, tidak jauh-jauh dari nasehat agama, tentang akhlak dan mengingatkan soal ibadah, dari pancaran matanya, ada ketulusan dan keikhlasan yang terpancar” Lanjutnya.

Apa yang disampaikan oleh Agus, sekiranya menjadi warna apresiasi warga sulsel lainnya. Tak sempat ditemui satu per satu. Namun, goresan kalimat demi kalimat perpisahan yang membanjiri media sosial untuk mantan Kapolda Sulsel itu, jelas menggambarkan kesan mendalam terhadap sosok lulusan Akpol 1985 itu.

Sebuah informasi yang ditemui beredar di media sosial, manakala Wairwasum Mabes Polri itu kemdian mendatangi rumah Almarhum seorang warga yang diketahui sering melaksanakan ibadah Shalat di Masjid Polda Sulsel, dan mendengar cerita dari sang istri, terkait cita-cita suami yang adalah seorang tuna netra itu, ingin menyicilkan motor untuk digunakan sang anak dan istri di rumah.

Namun, kehendak sang Pencipta berkata lain, belum menunaikan keinginan tersebut sang suami sudah berpulang. Irjen Pol Umar yang mendengar cerita tersebut, kemudian mengunjungi rumah tersebut dengan membawa sebuah sepeda motor untuk digunakan sang anak dan istri, sebagaimana keinginan Almarhum. Demikian, dikutip dari informasi yang beredar luas, sebagai persembahan terakhir dari Irjen Pol Umar Septono.

“Allah tahu setiap yang berdoa memohon kepada-Nya. Dan, Allah mustahil ingkar janji. Berdoa adalah amal sholeh kita kepada Allah. Berdoa adalah bukti kepatuhan kita kepada-Nya. Beruntunglah orang-orang yang senantiasa mengembalikan setiap peristiwa kepada Allah Swt dan memohon pertolongan-Nya,”

“Saya pamit, Assalamu Alaikum” ucap Irjen Pol Umar sembari menuju ke dalam mobil sesaat setelah mengikuti rangkaian upacara Welcome & Farewell Parade di halaman Mapolda Sulsel, sabtu (26/1). (SN)

Leave a Reply

avatar
  Subscribe  
Notify of

News Feed